Minggu, 12 Februari 2012

Bagaimana Paus bernafas?

Paus menghirup udara lebih jarang daripada mamalia darat, dan mamalia ini dapat menahan napas untuk periode yang amat panjang ketika mamalia ini menyelam. Walaupun kapasitas paru-parunya tidak lebih besar daripada mamalia darat dengan ukuran yang sebanding, paus dapat mengambil napas lebih dalam dan mengambil oksigen lebih banyak dari udara yang mereka hirup. Tidak seperti anjing laut, yang mengeluarkan napas sebelum menyelam, paru-paru paus sebagian masih terisi udara. Lubang hidung paus mengalami modifikasi membentuk lubang hidung mempunyai banyak ujung saraf khusus, yang amat sensitif terhadap perubahan pada saat lubang hidung itu bergerak dalam air. Paus sering menghirup dan mengembuskan napas lagi dengan amat cepat, dalam waktu sepersekian detik saat lubang hidungnya berada di atas permukaan air. Lubang hidung ini tertutup ketika binatang ini menyelam. Ketika paus muncul ke permukaan air dan mengembuskan napas, semprotan airnya dapat terlihat.

Catatan fakta : Paus baleen mempunyai dua buah lubang hidung di bagian atas kepalanya, sedangkan paus bergigi (toothed whale) hanya mempunyai satu lubang. “Semprotan” yang terlihat disebabkan oleh kondensasi/pengembunan dari udara hangat, lembab yang diembuskan, bukan dari air laut yang terjebak dalam lubang hidung, seperti yang sebelumnya diyakini orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
;